Mulut tetaplah lubang pada raga
layaknya saudaranya yang mengekor di belakang
Padanya juga berlalu pembuangan
Dusta, dengki, kebusukanmu
Jangan melulu kau tancapkan stigma pada mereka!
Rekatkan itu pada mulutmu sendiri
biar kau terbungkam dan makianmu yang terpasung...
membunuh empunya sendiri
Banyak senandung terlampau indah 'tuk didengar
Bukan dari mulutmu...
Tak sebanding mulutmu...
-Vena Viveka, 24 Juni 2012-
Catatan singkat:
Ini adalah puisi pertama yang ditulis pada hari ulang tahun ketujuh belas saya (sedih amat menulis puisi beginian di hari bahagia~). Sebuah permenungan yang terbungkam selama setahun. Dan, setelah kata beserta emosi tertuang dalam suatu karya yang nyata, rasanya cukup melegakan untuk membentangkan halaman baru. Menulis ialah penyembuhan jiwa :)
No comments:
Post a Comment