Tuhanku,
jiwaku terpasung dalam raga,
menggelodar tanpa daya...
Mimpiku dibungkam stigma,
membujur kaku dalam sukma...
Cintaku diretas kodrat,
mati seiring gugurnya hasrat...
Tuhanku,
relakan air mataku melimbur
karena tiada cara buat hati ini terhibur.
Apalah artinya jantan?
Sama saja... rentan...
16 Februari 2013
-Vena Viveka-
kisah di balik puisi:
Aldo? Kenapa harus ada nama Aldo dalam judul? Sebetulnya Aldo adalah tokoh yang kuperankan dalam ujian drama monolog Sastra Indonesia. Puisi ini merupakan buah 'yang jatuh tidak sengaja' dari upayaku meresapi karakter dari tokoh yang begitu kompleks. Seperti apa karakter Aldo? Sekilas terguris dalam puisi di atas.
Wednesday, March 20, 2013
Monday, March 11, 2013
Puisi- Mulut
Mulut tetaplah lubang pada raga
layaknya saudaranya yang mengekor di belakang
Padanya juga berlalu pembuangan
Dusta, dengki, kebusukanmu
Jangan melulu kau tancapkan stigma pada mereka!
Rekatkan itu pada mulutmu sendiri
biar kau terbungkam dan makianmu yang terpasung...
membunuh empunya sendiri
Banyak senandung terlampau indah 'tuk didengar
Bukan dari mulutmu...
Tak sebanding mulutmu...
-Vena Viveka, 24 Juni 2012-
Catatan singkat:
Ini adalah puisi pertama yang ditulis pada hari ulang tahun ketujuh belas saya (sedih amat menulis puisi beginian di hari bahagia~). Sebuah permenungan yang terbungkam selama setahun. Dan, setelah kata beserta emosi tertuang dalam suatu karya yang nyata, rasanya cukup melegakan untuk membentangkan halaman baru. Menulis ialah penyembuhan jiwa :)
layaknya saudaranya yang mengekor di belakang
Padanya juga berlalu pembuangan
Dusta, dengki, kebusukanmu
Jangan melulu kau tancapkan stigma pada mereka!
Rekatkan itu pada mulutmu sendiri
biar kau terbungkam dan makianmu yang terpasung...
membunuh empunya sendiri
Banyak senandung terlampau indah 'tuk didengar
Bukan dari mulutmu...
Tak sebanding mulutmu...
-Vena Viveka, 24 Juni 2012-
Catatan singkat:
Ini adalah puisi pertama yang ditulis pada hari ulang tahun ketujuh belas saya (sedih amat menulis puisi beginian di hari bahagia~). Sebuah permenungan yang terbungkam selama setahun. Dan, setelah kata beserta emosi tertuang dalam suatu karya yang nyata, rasanya cukup melegakan untuk membentangkan halaman baru. Menulis ialah penyembuhan jiwa :)
Subscribe to:
Posts (Atom)